KERJASAMA EKONOMI ANTARA INDONESIA DAN BELANDA

Retno Marsudi (Menlu RI) bersama dengan Wopke Hoekstra (Menlu Belanda)
Sumber: kemlu go.id


Hubungan ekonomi Indonesia dan Belanda bersifat "from aid to trade" yang menegaskan kerja sama kedua negara sebagai mitra yang setara. Belanda menempatkan Indonesia sebagai mitra prioritas bisnis Belanda di Asia setelah RRT. Belanda merupakan mitra dagang terbesar ke-12 di seluruh dunia, dan ke-2 di Eropa (setelah Jerman).

Perdagangan bilateral antara Indonesia – Belanda selalu menunjukkan surplus bagi Indonesia. Hingga September 2022, nilai perdagangan bilateral mencapai USD 4,85 miliar atau naik 24,76% year-on-year. Untuk investasi, realisasi investasi sektor riil Belanda di Indonesia pada tahun 2021 menempati urutan ke-5 terbesar setelah Singapura, Tiongkok, AS, dan Jepang. Sedangkan diantara negara Eropa, Belanda selalu menempati peringkat ke-1 sejak tahun 2018. Di Indonesia, Sebagian besar investasi Belanda berada pada sektor listrik, gas, air, transportasi, gudang, dan telekomunikasi, dan pertambangan.

Belanda juga merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-11 bagi Indonesia.  Pada Oktober 2022, Belanda mengekspor €79 juta dan mengimpor €319 juta dari Indonesia sehingga menghasilkan surplus neraca perdagangan bagi Indonesia sebesar €240 juta. Komoditas utama ekspor Indonesia ke Belanda minyak sawit, kopra, dan timah. Sementara itu, komoditas impor Indonesia dari Belanda yaitu kendaraan angkutan barang, minyak bumi, produk susu,krim, mentega, dan pulp. Sedangkan pada sector investasi, investasi Belanda di Indonesia yang besar yaitu berada pada sektor listrik, gas, air, transportasi, telekomunikasi, dan sektor pertambangan.



Sumber:

https://kemlu.go.id/portal/id/page/22/kerja_sama_bilateral





Komentar

Postingan Populer