KERJASAMA EKONOMI ANTARA INDONESIA DAN PERANCIS

Presiden Joko Widodo bersama dengan Presiden Emmanuel Macron
Sumber: setkab.go.id
 

Hubungan diplomatik Indonesia Prancis telah terjalin dengan baik sejak September 1950. Terdapat kesamaan prinsip antara kebijakan politik luar negeri RI Prancis, yaitu Politik Bebas Aktif Indonesia dan Politique Indépendence Prancis. Prinsip tersebut menjadi landasan bagi kedua negara dalam membina hubungan luar negerinya. Prancis merupakan mitra dagang Indonesia terbesar kelima di Eropa dan investor kedua terbesar dari Eropa di Indonesia.

Ekspor utama Indonesia ke Prancis adalah mesin dan alat listrik, minyak, sepatu, karet, kopi, teh, furnitur, produk pakaian dan asesoris, minyak esensial, alat musik, serta produk perikanan. Sementara impor Indonesia dari Prancis utamanya adalah mesin, produk susu, mobil, pesawat terbang dan komponen spareparts, obat-obatan, mesin elektrik, bahan kimia organik, ekstrak resinoid untuk parfum dan kosmetik, pakan ternak, optik, plastik, kimia, serat kayu, dan makanan olahan.

Prancis adalah salah satu tujuan utama investasi di Eropa. Investasi Indonesia di Prancis sejauh ini adalah di bidang industri perjalanan (melalui Garuda Holiday) dan pertambangan (melalui Maurel and Prom, subsidiary dari Pertamina). Sebaliknya, Prancis juga berinvestasi di Indonesia. Investasi Prancis di Indonesia terjadi peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 480 persen dari 25 juta Dolar AS pada tahun 2020 menjadi 145 juta Dolar AS di tahun 2021.

Pada 24 November 2021, Menteri Luar Negeri Indonesia dan Prancis menandatangani Plan of Action for the Deepening of Strategic Partnership (PoA) sebagai capaian dari 10 tahun kemitraan strategis, yang akan menjadi kompas bagi hubungan dan kerja sama bilateral selama periode 2022-2027. Salah satu poin yang akan dicapai adalah kerjasama mengenai ekonomi hijau dan perdagangan guna mencapai SDGs (pembangunan berkelanjutan).




Sumber:

https://kemlu.go.id/portal/id/page/22/kerja_sama_bilateral

https://kemlu.go.id/paris/en/pages/prancis-indonesia_/624/etc-menu


Komentar

Postingan Populer